Pajak Oleh Oleh

21.45 Unknown 1 Comments

hei, folks!

how's your trip? buat yang doyan jalan-jalan pasti seneng banget nih ditanyain kalimat satu itu. ajang buat berbagi cerita, pengalaman, poto ada bahkan mungkin sedikit pamer di facebook? bring it on!

dan satu hal lagi yang gak lepas dari jalan-jalan adalah oleh-oleh. begitu ada yang tau kalo kita mau jalan-jalan kemanapun tujuannya, bahkan mungkin hanya sejauh jakarta-bogor, orang-orang pasti langsung komentar, "oleh-oleh ya jangan lupaaaa!!!" yah, baeklah... oleh-oleh. tapi kan sayah gak bilang kalo satu orang harus dapet satu kan? mungkin bisa satu barang buat 10 orang? ampun, deh pelitnyaa.... hahaha xDD. you can't asked for more, right? it's free anyway. dan teman yang 'agak sedikit lebih baik' adalah teman yang bukan minta oleh-oleh, tapi titipan. "titip beliin bakpia dong", "titip beliin dodol dong", "titip beliin termos(?) dong". what? it might be happened, right? hehehe titipan gak akan masalah kalo emang perjalanan kita cuma di sekitar ribuan pulau di Indonesia. Agak sedikit berbeda kalo titipan itu pas kita keluar negeri, sekarang.

sampe 31 Desember 2011, kita mau nitip beliin iPhone, Laptop, atau bahkan Home Theater, gratis masuk ke Indonesia tanpa biaya tambahan. tapi, Teman2, per 1 Januari 2011 akan mulai ditetapkan pajak bea masuk untuk barang2 bawaan (oleh2) dari luar negeri bernilai lebih dari US250/RM600. Perhitungan harga barang sesuai dengan bon pembelian. Jika tidak ada bonnya atau hilang, maka petugas yg menentukan harganya. Dan mereka tidak segan2 untuk membongkar koper penumpang untuk pemeriksaan. Sepertinya aturan ini ditetapkan sebagai pengganti bebas biaya fiskal. Berikut contoh perhitungan bea masuk tadi:

Misalnya, barang belanjaan yg kamu bawa:
-HP: US$. 200
-Wine: US$. 300
Total belanjaan = US$. 500

Selisih: US$.(500-250) = US$. 250
Pajak: (dalam US$)
- 15% dr hrga brg tertinggi (wine): 300*15% = 45
-10% PPn dari selisih: 250*10% = 25
-10% PPh dari selisih: 250*10% = 25
TOTAL yang harus dibayar: US$ 95
(Hampir mencapai 20% dari harga belanjaan kamu)


well well well, it's worth almost 20%. it's whole lot money, i guess... pastikan sajah kalo temen kamu yang nitip tadi udah nambahin 20% dari harga barang buat lolos bea cukai.


happy travelling,

1 komentar:

Griya Talang Kelapa mengatakan...

Klo kita ke luar negeri mendapat beasiswa dibiayai oleh negara lain dan kita bukan orang yang kelebihan duit tuk belanja ke luar negeri, kita belajar dan mendapat tunjangan pembelian buku dan alat elektronik karena merupakan syarat, apakah harus terkena pajak juga? Kita mau bayar pake apa? Kalo kita beli celana pendek atau beli pena, apakah harus terkena pajak juga? Apalagi sistim akumulasi begitu, mati kita dari mana bayarnya. Jadi terpaksa harus kami tinggal buku-buku bagus itu disini, mau dijual juga dgn siapa. Kepada pihak beacukai atau dirjen pajak, apakah tidak ada pengecualian bagi kita yang mendapat beasiswa ke luar negeri dan membawa oleh-oleh berupa buku dan barang elektronik lainnya? Mau cerita apalagi nih bingung. Negara-negara tetangga yang sama dengan kami mendapat pelatihan di Amerika kaget karena mereka tidak ada pembatasan. Terima kasih banyak